Cuaca Ekstrem di TTS, 59 Ekor Sapi Warga Mati Mendadak, Dinas Peternakan Turun Tangan

Avatar photo
Reporter : Marfin
IMG 20260730 WA0003

 

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten TTS, dr. Marthen Johanis Banunaek, mengatakan hingga saat ini pihaknya menerima laporan sebanyak 59 ekor sapi milik warga yang mati mendadak di dua desa tersebut.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

 

“Dari hasil pemeriksaan awal di lapangan, kami tidak menemukan indikasi penyakit menular maupun keracunan. Dugaan sementara, kematian sapi disebabkan oleh cuaca yang sangat ekstrem, yakni hujan berkepanjangan yang disertai kabut tebal dan suhu dingin hingga mencapai 7 derajat Celcius. Sebagian besar ternak tidak mampu bertahan karena belum memiliki kandang yang memadai untuk melindungi dari cuaca ekstrem,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, tim Dinas Peternakan telah mengambil sampel untuk pemeriksaan laboratorium guna memastikan penyebab kematian ternak serta mengantisipasi kemungkinan adanya penyakit lain.

 

“Kami sudah turun langsung ke lokasi untuk mengambil sampel dan memastikan tidak ada penyakit berbahaya yang menyerang ternak. Selain itu, kami juga telah memberikan obat-obatan dan vitamin kepada sapi-sapi yang masih hidup agar daya tahan tubuhnya meningkat. Kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten TTS untuk menyiapkan bantuan stimulan bagi warga yang terdampak musibah ini,” ujarnya.