Keharuan juga terasa dari pihak keluarga, terutama ayahnya Yanto Kamlasi. Saat melihat anaknya berdiri di panggung, Yanto tidak bisa menyembunyikan kebanggaannya. “Saya sering melihat dia bangun jam 4 pagi untuk belajar, bahkan sebelum matahari terbit – saya tidak pernah bertanya apa yang dia pelajari, hanya setia melihatnya giat,” ceritanya. Dia menambahkan, “Saya sangat bangga dan terharu. Saya akan tetap mendukung setiap langkahnya ke depan.” Yanto juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua FTBM Kabupaten TTS Kaka Lenso Asbanu yang telah berperan aktif sebagai pegiat literasi dan membangun kemitraan dengan SD GMIT Soe II. “Tanpa dukungannya, mungkin anak saya tidak akan bisa menjadi Duta Literasi seperti hari ini,” tutupnya.
Buku antologi “Pelangi di Balik Seragam Merah Putih” bukan hanya sekadar kumpulan tulisan, tetapi cerminan potensi dan kreativitas generasi muda TTS. Tema yang dipilih memiliki makna mendalam: di balik penampilan yang sama (seragam merah putih), setiap siswa memiliki keunikan bak pelangi yang muncul setelah hujan, yang perlu disoroti dan dikembangkan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












