Lebih lanjut, Gubernur Melki turut menekankan pentingnya pengembangan potensi lokal di Kabupaten Sumba Tengah.
“Setiap kabupaten/kota harus memiliki etalase produk unggulan dan kuliner khas. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur telah merancang NTT Mart untuk menampung produk desa, dengan konsep One Village One Product maupun One School One Product,” ucapnya.
Sebelumnya Perwakilan Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Sumba Tengah, Wahyu dalam laporannya menyampaikan bahwa Pemkab. Sumba Tengah telah memenuhi kewajiban pembayaran iuran BPJS sesuai kategori. Sementara, pelayanan kesehatan masih menghadapi kendala, terus diupayakan diatasi melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan dan FKTP terus mengoptimalkan layanan telemedicine.
“Dukungan regulasi dan pembiayaan dari Pemprov. NTT maupun Pemkab. Sumba Tengah diharapkan dapat menjaga kualitas layanan kesehatan masyarakat,” tutupnya.
Sementara Kepala BPJS Ketenagakerjaan Provinsi NTT, Wawan Burhanuddin dalam laporannya mengatakan, sebanyak 1.565 orang dari kelompok kerja rentan seperti petani, nelayan, tukang ojek, dan pedagang telah terdaftar pada BPJS ketenagakerjaan, dimana program ini memberikan perlindungan dan meminimalisir risiko kecelakaan kerja.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












