Opini  

Indonesia di Ambang Middle Income Trap, Bertumbuh Tanpa Pernah Naik Kelas

Avatar photo
Reporter : Nyong R Editor: Redaksi
IMG 20251210 WA0046

Lebih berbahaya lagi, ketergantungan komoditas sering melemahkan dorongan reformasi struktural. Selama harga global tinggi, tekanan untuk berinvestasi pada industri berteknologi, riset, dan peningkatan produktivitas cenderung mereda. Negara merasa berada dalam kondisi aman, padahal sebenarnya sedang menggadaikan masa depannya. Banyak negara terjebak Middle Income Trap karena gagal keluar dari pola ini. Indonesia berisiko mengulang kesalahan yang sama, hanya dengan komoditas yang berbeda.

Di tengah struktur ekonomi yang rapuh ini, Indonesia kerap mengandalkan narasi bonus demografi sebagai harapan masa depan. Hingga sekitar 2035, mayoritas penduduk berada pada usia produktif. Dalam teori ekonomi, kondisi ini seharusnya mendorong pertumbuhan pesat. Namun demografi hanya menyediakan peluang, bukan jaminan.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Fakta di lapangan menunjukkan kualitas sumber daya manusia masih tertinggal. Rata-rata lama sekolah masih di bawah sembilan tahun. Kualitas pendidikan dasar dan menengah lemah. Skor PISA konsisten berada di papan bawah. Pada saat yang sama, pengangguran terdidik tetap tinggi, mencerminkan ketidaksesuaian antara sistem pendidikan dan kebutuhan ekonomi.