Ini bukan masalah yang baru. Keluhan ini sudah disampaikan berulang kali, bahkan Pemerintah Desa Tunbaun sudah mengirimkan surat resmi kepada Dinas PUPR Provinsi Nusa Tenggara Timur. Namun, apa balasan yang diterima? Nihil. Tidak ada tanggapan, tidak ada kunjungan, tidak ada tindakan apa pun. Baik Gubernur, anggota DPRD Provinsi, maupun jajaran Dinas PUPR seolah-olah sedang memakai penutup mata dan telinga. Mereka memilih diam, bersikap masa bodoh, dan seolah-olah tidak tahu apa-apa tentang kesulitan yang sedang menimpa rakyatnya sendiri.
Akibatnya, rakyatlah yang harus menanggung akibatnya. Dengan tangan kosong dan keringat sendiri, mereka merogoh kocek pribadi untuk memperbaiki jalan yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah. Ironisnya, rasa syukur yang mereka ucapkan justru bercampur dengan kepahitan yang tak terkira. Seperti yang disampaikan oleh Chornelis Nenoharan, salah seorang warga: “Terima kasih banyak… semoga hari ini kami tidak lagi kesulitan. Tapi mungkin seminggu ke depan kami bisa senang, minggu berikutnya kami akan kembali susah lagi.”
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












