Jalan Putus, Pemerintah Diam: Apakah Ini Balasan untuk Rakyat yang Bayar Pajak?

Avatar photo
lv 0 20260419121945

 

Kalimat sederhana itu adalah pukulan telak bagi wajah pemerintahan. Kalimat itu menggambarkan betapa rapuhnya kehidupan rakyat ketika infrastruktur vital dibiarkan rusak. Mereka sadar betul bahwa perbaikan yang mereka lakukan hanya bersifat sementara. Mereka tahu, tanpa perbaikan permanen dari pemerintah, kerusakan akan datang kembali, dan kesulitan yang sama akan menghampiri mereka lagi. Namun, mereka tidak punya pilihan lain selain berjuang sendiri, karena yang seharusnya menjadi pelindung dan penyedia fasilitas justru memilih menjadi penonton diam.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

 

Di tengah semua kesulitan ini, ada satu pertanyaan yang tak terhindarkan: Apakah ini balasan yang pantas diberikan pemerintah kepada rakyatnya?

 

Rakyat kecil seperti warga Desa Tunbaun tidak pernah menolak kewajiban mereka. Mereka tetap membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tepat waktu. Mereka tetap memenuhi kewajiban-kewajiban lain yang ditetapkan negara. Mereka percaya bahwa uang yang mereka bayarkan akan kembali kepada mereka dalam bentuk fasilitas dan pelayanan yang layak. Namun, apa yang mereka dapatkan? Jalan yang rusak parah, keluhan yang tidak didengar, dan penguasa yang bersikap seperti orang buta tuli ketika rakyat bersuara.