Ia memperingatkan dampak nyata dari angka-angka tersebut bagi masa depan TTS: “Daerah yang dikenal tidak jujur hanya akan mendatangkan pihak yang ingin mengeruk kekayaan alam tanpa mempedulikan kesejahteraan warga. Sebaliknya, tata kelola yang bersih dan terpercaya akan menarik pembangunan nyata untuk jalan yang mulus, sekolah yang layak, dan rumah sakit yang memadai. Lihatlah fasilitas yang ada di sekitar kita, itulah cerminan sejati dari integritas kita.”
KPK juga menguraikan jenis korupsi yang sering tidak disadari dampaknya:
– Korupsi Kecil: Seperti pungutan liar dan uang pelicin yang perlahan merusak budaya pelayanan publik;
– Korupsi Besar: Kerugian negara bernilai besar namun nilainya masih bisa dihitung;
– Korupsi Kebijakan: Paling berbahaya karena menyusupi aturan dan undang-undang demi kepentingan segelintir pihak, namun dampaknya terasa hingga puluhan tahun ke depan.
Secara hukum ditegaskan kembali makna korupsi: “Perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain dengan menyalahgunakan wewenang yang menimbulkan kerugian bagi negara. Banyak yang salah paham: ‘dia tidak mengambil uang, jadi tidak bersalah’. Padahal jika dia menguntungkan pihak lain dengan merugikan rakyat, itu tetap korupsi. Ada tujuh kategori tindak pidana korupsi, mulai dari kerugian keuangan negara, penggelapan dalam jabatan, perbuatan curang dalam pengadaan, hingga benturan kepentingan,” paparnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












