PT TBIG melalui rumah batik terus mewujudkan komitmennya untuk melahirkan wajah-wajah pembatik baru sehingga kekayaan intelektual ini tidak lekang oleh waktu. Hal ini sebagai upaya untuk menjaga kelestarian budaya batik sekaligus menciptakan wirausaha muda di bidang batik bagi generasi muda.
Milenial yang belajar membatik di rumah Batik TBIG berasal dari berbagai macam latar belakang mulai dari anak putus sekolah, siswa SMA, mahasiswa jurusan seni kriya hingga kaum difabel dari Sekolah Luar Biasa. Peserta diajakan mulai dari teori yakni kurikulum desainer, pembatikan dari pewarnaan sampai pemasaran. “Untuk pewarnaan ada dua jenis yaitu pewarnaan sintesis dan pewarnaan alam” ungkapnya.
Memberdayakan Kaum Difabel
Uap panas berisi cairan lilin berwarna kecoklatan menyeruak dari wadah kecil menyerupai periuk di sudut ruangan rumah batik TBIG. Zaki pelajar kelas Xll SLB Negeri Wiradesa, Pekalongan dengan hati-hati menyeludupkan benda menyerupai setrika ke dalam cairan lilin panas. Sesaat kemudian, benda tersebut diangkat kemudian ditempelkan ke kain putih yang dibentangkan di atas meja hingga membentuk motif batik secara presisi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












