Ruangan berukuran kurang lebih 3×4 meter itu dipenuhi kain batik aneka motif yang disimpan rapi di rak-rak. Ada pula beberapa jenis baju seperti daster, kemeja, gamis hingga tas daur ulang bermotifkan batik siap dipasarkan.
Hana begitu ia akrab disapa merupakan admin Perdagangan Koperasi Bangun Bersama (KBB) Pekalongan binaan PT TBIG yang beranggotakan pelaku UMKM khusus pembatik. Didampingi Pudi Hasanah keduanya setiap hari bertugas mencatat paket batik yang dibeli dari pengrajin batik untuk kemudian didistribusikan ke toko dan swalayan.
Melalui program Rumah Batik TBIG yang bertujuan untuk melestarikan budaya membatik dan memberikan wadah bagi anak-anak dan pelaku usaha batik untuk mengembangkan usahanya.
“Jadi setiap produk kita ambil dari pengrajin untuk diedarkan di toko-toko dan swalayan, koperasi semacam distributornya. Kita beli cash Denga harga bervariasi tergantung motif dan jenis kain” papar Hana.
Koperasi Bangun Bersama kata Head Of CSR Departement PT Tower Bersama Infrastructure Tbk Fahmi Alatas, memiliki fokus utama pada pembinaan UMKM, khususnya di sektor kerajinan batik, melalui berbagai kegiatan, termasuk pelatihan, dukungan permodalan, dan pemasaran produk. Koperasi memainkan peran penting dalam mendukung pengembangan UMKM dan pelestarian budaya batik.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












