
Fahmi Sutan Alatas selaku Head Of CSR Departement PT Tower Bersama Infrastructure Tbk menyebut menyebut sudah ada puluhan anak anak disabilitas yang lulus dari Rumah Batik TBIG. Selama tiga tahun terakhir, setiap tahunnya sekitar belasan anak difabel berhasil dibina dan digembleng menjadi pembatik yang mampu menghasilkan batok sendiri.
“Sederhana saja, di lingkungan terdekat kita ini ada sekolah luar biasa, anak-anak ini menyukai profesi akan tetapi kekurangan sarana, jadi kita datangi ke sekolahnya, kita sampaikan dan mereka setuju dan gurunya pun ikut membantu mereka mengajar di sini” ujar Fahmi.
Pertahankan Pewarna Alami
Rumah permanen berukuran besar dengan bentuk atap joglo khas Jawa didominasi cat berwarna merah itu memiliki halaman luas dipenuhi aneka jenis tanaman dan pohon. Di setiap jenis tanaman juga pepohonan diberi label identitas masing-masing-masing seperti jambu biji, nangka, rambutan, ketapang, palm hingga Indigofera. Tanaman-tanaman tersebut bukan hanya semata menghiasi halaman atau sebatas peneduh akan tetapi memiliki manfaat sebagai bahan pewarna alami batik.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












