Membangun Geliat Ekonomi Pembatik Melalui CSR

Avatar photo
IMG 20250513 WA0055
Siswa Rumah Batik TBIG Pekalongan tengah membentuk motif batik, Photo dok: FlobamoraNews
IMG 20250513 WA0057
Zaki salah satu pelajar Sekolah Luar Biasa, Pekalongan saat membentuk motif batik, Photo dok: FlobamoraNews

Fahmi Sutan Alatas selaku Head Of CSR Departement PT Tower Bersama Infrastructure Tbk menyebut menyebut sudah ada puluhan anak anak disabilitas yang lulus dari Rumah Batik TBIG. Selama tiga tahun terakhir, setiap tahunnya sekitar belasan anak difabel berhasil dibina dan digembleng menjadi pembatik yang mampu menghasilkan batok sendiri.

“Sederhana saja, di lingkungan terdekat kita ini ada sekolah luar biasa, anak-anak ini menyukai profesi akan tetapi kekurangan sarana, jadi kita datangi ke sekolahnya, kita sampaikan dan mereka setuju dan gurunya pun ikut membantu mereka mengajar di sini” ujar Fahmi.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Pertahankan Pewarna Alami

Rumah permanen berukuran besar dengan bentuk atap joglo khas Jawa didominasi cat berwarna merah itu memiliki halaman luas dipenuhi aneka jenis tanaman dan pohon. Di setiap jenis tanaman juga pepohonan diberi label identitas masing-masing-masing seperti jambu biji, nangka, rambutan, ketapang, palm hingga Indigofera. Tanaman-tanaman tersebut bukan hanya semata menghiasi halaman atau sebatas peneduh akan tetapi memiliki manfaat sebagai bahan pewarna alami batik.