“Kita sengaja menanam ini untuk menghasilkan tumbuhan pewarna alami sendiri, dari tanaman ini diolah sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Misalnya untuk warna biru kita pakai Indigofera yang sejak jaman dulu Indigofera dipakai untuk mewarnai jeans” jelas Ahmad Faisal
Dalam memproduksi batik, rumah batik TBIG menerapkan dua metode mewarnai kain yakni menggunakan pewarna alami juga pewarna kimia atau sintetis. Meski dari sisi ekonomis penggunaan warna alami se praktis pewarna sintetis, akan tetapi rumah Batik TBIG ingin melestarikan tradisi mewarnai alami yang sudah dipraktekkan sejak jaman dahulu. Lebih dari itu, penggunaan warna alami dinilai lebih ramah lingkungan.
“Kelemahannya mewarnai alami ini tidak praktis, prosesnya lama dan hasilnya (warna) tidak se mencolok pewarna sintetis” aku Faisal Ahmad.
Pemberdayaan Melalui Koperasi
Hana Maluidya tampak sibuk mengemas sejumlah paket kain batik yang siap dipasarkan di salah satu ruangan. Perempuan berkacamata mata itu baru saja menerima orderan masuk dari sejumlah pengrajin batik di kota Pekalongan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












