Membangun Geliat Ekonomi Pembatik Melalui CSR

Avatar photo
IMG 20250513 WA0055
Siswa Rumah Batik TBIG Pekalongan tengah membentuk motif batik, Photo dok: FlobamoraNews

“Kita sengaja menanam ini untuk menghasilkan tumbuhan pewarna alami sendiri, dari tanaman ini diolah sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Misalnya untuk warna biru kita pakai Indigofera yang sejak jaman dulu Indigofera dipakai untuk mewarnai jeans” jelas Ahmad Faisal

Dalam memproduksi batik, rumah batik TBIG menerapkan dua metode mewarnai kain yakni menggunakan pewarna alami juga pewarna kimia atau sintetis. Meski dari sisi ekonomis penggunaan warna alami se praktis pewarna sintetis, akan tetapi rumah Batik TBIG ingin melestarikan tradisi mewarnai alami yang sudah dipraktekkan sejak jaman dahulu. Lebih dari itu, penggunaan warna alami dinilai lebih ramah lingkungan.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Kelemahannya mewarnai alami ini tidak praktis, prosesnya lama dan hasilnya (warna) tidak se mencolok pewarna sintetis” aku Faisal Ahmad.

Pemberdayaan Melalui Koperasi

Hana Maluidya tampak sibuk mengemas sejumlah paket kain batik yang siap dipasarkan di salah satu ruangan. Perempuan berkacamata mata itu baru saja menerima orderan masuk dari sejumlah pengrajin batik di kota Pekalongan.