Membangun Geliat Ekonomi Pembatik Melalui CSR

Avatar photo
IMG 20250513 WA0055
Siswa Rumah Batik TBIG Pekalongan tengah membentuk motif batik, Photo dok: FlobamoraNews

“Ada dua cara membentuk pola, pertama mengunakan cairan lilin ini ada juga yang dicolek pakai kuas” jelas trainer Faisal Ahmad.

Zaki merupakan satu dari enam siswa SMALB Pekalongan yang ikut program belajar membatik di rumah batik TBIG tahun 2025. Selain Zaki yang sibuk membentuk motif tersebut di sudut lain beberapa remaja perempuan tampak sibuk meracik daun Ketapang yang nantinya akan direbus dalam sebuah wadah untuk dijadikan pewarna alami batik. Setiap hari rutin diajarkan bagaimana cara membatik oleh Joko Parmanto guru pembimbing dari SLB bersama dengan trainer rumah batik.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Jadi besik dasar membatik memang kita ajarkan di sekolah melalui kurikulum reguler, di sini lebih mendalam lagi bagaimana prakteknya sampai ke kelas inkubasi yang mana lebih ke arah bagaimana membisniskan batik” ungkap guru pembimbing kelas difabel Joko Parmanto.

Melalui empat pilar intervensi CSR, PT TBIG berkomitmen memberdayakan pengembangan ekonomi berkelanjutan salah satunya pilar budaya. Lokasi SLB yang berada tidak jauh dari rumah batik, mendorong PT TBIG Tbk, melibatkan kaum difabel untuk menjadi bagian dalam pengembangan teknik membatik bagi generasi muda.