
Pemerintah Desa Nangadhero kata Ruslan berniat menjadikan Nangadhero sebagai role model destinasi wisata bahari berikut fasilitas di dalamnya. Sebelumnya, kata Ruslan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nangadhero dan kelompok pemuda berinisiatif untuk membangun fasilitas serta menyediakan sarana dan prasarana, akan tetapi belakangan mati suri. Salah satu alasan geliat ini tak berkesinambungan adalah konflik kepentingan diantaranya hak ulayat tanah lokasi kedua spot wisata itu.
“Kami tentu tidak mengakui bahwa tidak ada kendala, misalnya soal penataan lokasi parkiran ataupun ruang ganti misalnya kendalanya tu apa soal Ulayat yang kami sendiri pemerintah desa agak kesulitan mendapatkan solusi terbaik. Manakala kami membangun fasilitas takutnya datang orang dari berbagai penjuru kemudian mengklaim” ujarnya.
“Terhadap pihak-pihak yang mengklaim ini kami belum mendapatkan ruang untuk dipertemukan, kami akhirnya kebingungan” tambahnya lagi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










