Pimpinan yayasan yang bergerak di sektor peningkatan sumber daya manusia bidang pendidikan yang mana fokus pengembangan mengentaskan buta huruf.
LSM Pelihara dengan lembaga pendidikan formal telah menyelamatkan kurang lebih 4.000 anak putus sekolah dari jenjang SD, SMP dan SMP melalui pendidikan Paket A, B dan Paket C.
Oskar berharap, rapat koordinasi dimaksud harus ada rencana kerja tindak lanjut mewujudkan implementasi program kerja masing-masing NGO yang nantinya akan berkolaborasi bersama Pemerintah Daerah.
“Kita harus bersama-sama, bukan berarti kita mau berlomba-lomba akan tepi hal ini perlu dilakukan sehingga kita saling tahu mana yang menjadi tupoksinya Pemda dan mana yang menjadi tupoksinya NGO. Kita harus segera mulai dari awal tahun, sehingga di akhir tahun nanti bila perlu ada evaluasi” saran Oskar.
Terkait dengan implementasi program kerja yang sudah dijalankan LSM Pelihara sejak didirikan selama 14 tahun silam ini, Oskar mengatakan bahwa misi Yayasan besutannya ini memiliki visi mengentaskan generasi Nagekeo dari buta huruf. “Kita harus memastikan anak usia sekolah harus berada di Sekolah, karena ini sesuatu yang harus dianggap serius menyongsong Indonesia emas 2045” tandasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












