Menurut Zuniatmi modul yang diikuti oleh anak-anak binaan Plan Indonesia itu meliputi pengetahuan dan implementasi terkait kehidupan remaja dan anak-anak diantaranya pengetahuan diri, tumbuh kembang remaja, kesehatan reproduksi, membangun keluarga hingga manajemen keuangan.
“Mereka ini dilatih dan didampingi oleh fasilitas desa yang bekerjasama dengan orang tua dan Pemerintah desa binaan Plan Indonesia. Selama 4 bulan sekali kita lakukan pertemuan diskusikan serta memantau dan melihat perubahan apa yang terjadi pada remaja. Metodologi pertemuan itu lebih ke diskusi, jadi anak-anak lebih berperan” paparnya.
Dikatakannya, selain menyelesaikan 69 sesi Mapan, anak-anak yang diwisuda adalah mereka yang kehadirannya di atas 80 persen selama mengikuti sesi. “Memang dari awal itu banyak yang daftar tapi dalam perjalanan ada yang kehadirannya tidak sampai 80 persen. Kalau kita melihat, ada perubahan terutama rasa percaya diri tinggi, banyak alumni yang mampu berkompetisi di level-level yang lebih tinggi” katanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
