“Yang jelasnya kami Pemerintah Desa Tengatiba sangat mendukung karena semuanya dari Plan Indonesia mulai dari materi modul sampai fasilitator, kami hanya biayai akomodasi dan transportasi fasilitator Desa” jelas Servasius.
Servasius melihat, kehadiran Plan Indonesia melalui Program mapan sangat membantu anak-anak Tengatiba. Terlihat begitu nyata perubahan yang terjadi pada anak-anak ketika sebelum dan setelah menyelesaikan modul tersebut. “Perubahan itu ada dan nyata terjadi pada anak-anak kami di sana, dulu sebelum Plan Indonesia masuk, anak-anak tidak bisa berbicara dan menyampaikan pendapat di forum, tapi sekarang di Musrembangdes saja mereka bisa usul sampaikan pendapat” aku Servasius.
Kebijakan Pemerintah Desa Tengatiba menggelontorkan anggaran untuk pemberdayaan dalam rangka mendukung program plan ini diapresiasi Camat Boawae Vitalis Bai dan Camat Aesesa Selatan, Isak Bebi. Menurut kedua pimpinan wilayah Kecamatan ini, semua Desa semestinya bisa berkolaborasi dengan NGO dalam hal pemberdayaan masyarakat di wilayah desanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
