Tari merupakan salah satu partisipan program Mapan yang diselenggarakan oleh Plan Indonesia. Dia dipercayakan menjadi Pembawa Acara yang mengatur rangkaian acara Wisuda dari awal hingga akhir. Tari rupanya remaja putus sekolah yang tertarik mengikuti program Mapan. Dia mengaku sudah tidak bersekolah lagi sejak duduk di bangku kelas 4 SD.
“Pengaruh mama sering sakit-sakit jadi saya terpaksa tidak sekolah jaga mama, bantu mama di rumah jaga adik” ungkap Tari lirih.
Salah satu yang latar belakang dirinya untuk ikut bergabung karena merasa sepi di rumah. Dia ingin berbaur bersama teman-teman sebayanya dengan mengikuti modul tersebut. Keadaan ekonomi rumah tangga membuat dia harus kehilangan harapan untuk melanjutkan pendidikan.
“Senang karena teman-teman banyak, di sana saya bisa bergabung dengan teman-teman. Kalau di rumah sepi paling bantu mama masak, jaga adik dan tenun” katanya.
Tari ternyata bukan satu-satunya anak-anak putus sekolah yang mengikuti program Mapan. Selain anak putus sekolah, Plan juga merangkul anak-anak disabilitas untuk mengikuti modul Mapan. “Kalau di sini tidak ada, di Cluster II ada anak-anak difabel juga ikut kita bimbing” ungkap Zunaitmi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
