Plt.Bapelitbangda NTT, Luki Koli, ikut menjelaskan pentingnya menjaga ekositem dan rantai makanan dari komodo. Ia mengatakan bahwa kajian tim peneliti undana memiliki sinkronisasi dengan apa yang dikatakan Gubernur.
“Kita juga perlu melihat vegetasi dan mengembalikan habitat asli komodo. Nilai komodo yang paling dilihat adalah sebagai binatang liar, pemangsa yang agresif,” ujar Luki.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTT, Fredy J. Kapitan menjelaskan perlunya penanganan dalam menjaga lingkungan lain dalam TNK. “Kita perlu juga untuk melihat hutan mangrove dan hutan alam di sana. Masyarakat di sana memanfaatkan hutan untuk mendapatkan madu. Itu juga bisa berkontribusi untuk menarik wisatawan,” jelas Fredy.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.