Menariknya, para peserta juga menunjukkan kedewasaan dalam memandang penggunaan teknologi.
Menanggapi kekhawatiran mengenai dampak negatif telepon genggam dan konten digital, salah seorang peserta menyatakan bahwa semuanya kembali kepada kebijakan masing-masing individu.
Menurutnya, jika seseorang memiliki niat dan pola pikir yang positif, maka perangkat digital akan dimanfaatkan untuk belajar, berlatih, dan mengembangkan kemampuan.
Sebaliknya, penyalahgunaan teknologi terjadi karena pilihan penggunanya sendiri.
Pandangan tersebut sejalan dengan semangat yang ingin dibangun melalui PMRN Esports Season 2, yakni menjadikan teknologi sebagai sarana berkarya, berprestasi, dan membangun masa depan.
Pemerintah Kota Kupang pun menegaskan akan terus melakukan pembinaan secara berkelanjutan. Dengan semakin tumbuhnya ekosistem kreatif, pemerintah optimistis generasi muda akan memiliki ruang yang lebih luas untuk berkembang sesuai minat dan potensinya.
Harapannya, dari turnamen ini lahir atlet-atlet esports yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter kuat serta mampu mengharumkan nama Kota Kupang dan Provinsi Nusa Tenggara Timur di tingkat nasional maupun internasional.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












