Polemik Pembagian Kuota Sapi Memanas, Dua Pengusaha Ternak Bongkar Dugaan Ketidaktransparanan di Depan DPRD

Avatar photo
Reporter : Marfin
lv 0 20260401204829

 

Ivan mengaku telah mengajukan permohonan sejak awal Februari 2026, namun hingga kini belum menerima kuota. Sementara itu, sejumlah pengusaha lain yang mengajukan permohonan belakangan justru sudah mendapat alokasi. “Saya sudah ajukan sejak Februari awal, tapi sampai sekarang belum dapat. Sementara yang masuk dari belakang malah sudah dapat,” ungkapnya.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

 

Upaya konfirmasi yang dilakukan ke pimpinan dinas juga tidak memberikan jawaban jelas. “Saya sempat tanya ke kadis, tapi malah diarahkan ke pejabat di atas. Saya tidak mau, karena saya tahu yang urus ini Dinas Peternakan,” katanya. Dalam nada sindiran tajam, Ivan menyebut dirinya “lewat jalur langit” ketika ditanya rekan pengusaha terkait jalur pengurusan yang ditempuh – sebuah pernyataan yang kini ramai disorot sebagai simbol kekecewaan terhadap sistem yang dianggap tidak transparan.

 

Keluhan senada disampaikan Fransina Nenobais, yang menegaskan telah mengajukan permohonan lebih awal bahkan sebelum penerapan SOP baru, namun tetap tidak memperoleh kuota. “Saya ajukan sejak awal Februari 2026, sebelum SOP baru. Tapi sampai sekarang tidak dapat,” ujarnya.