Opini  

Purbaya Effect vs Ferry Latuhihin: Duel Gagasan di Persimpangan Ekonomi Indonesia

Avatar photo
Reporter : Nyong R Editor: Redaksi
IMG 20251011 WA0004

Ricky Ekaputra Foeh.,MM – Dosen FISIP UNDANA

KUPANG, Flobamora-News.com – Sejak dilantik sebagai Menteri Keuangan pada September 2025, Purbaya Yudhi Sadewa memicu kegelisahan sekaligus harapan lewat kebijakan “suntik likuiditas” senilai Rp 200 triliun ke bank-bank BUMN—yang kini dikenal publik sebagai Purbaya Effect. Langkah ini diklaim sebagai bahan bakar untuk menghidupkan sektor riil dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Namun, kritik keras datang dari ekonom Ferry Latuhihin, yang menyebut kebijakan tersebut “melampaui batas hukum ekonomi” dan berpotensi melemahkan fondasi makro.

Perdebatan ini penting: strategi yang dipilih hari ini akan menentukan apakah Indonesia bangkit lebih kuat atau justru masuk ke jebakan risiko baru.

1. Esensi “Purbaya Effect”

Kebijakan ini berawal dari langkah Purbaya memindahkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) dari Bank Indonesia ke lima bank milik negara. Tujuannya sederhana namun berani: memperbesar likuiditas agar bank bisa menurunkan suku bunga kredit, mempercepat penyaluran pembiayaan, dan mendongkrak konsumsi serta investasi.