Opini  

Purbaya Effect vs Ferry Latuhihin: Duel Gagasan di Persimpangan Ekonomi Indonesia

Avatar photo
Reporter : Nyong R Editor: Redaksi
IMG 20251011 WA0004

Lebih dalam lagi, ia memperingatkan bahwa kebijakan suntik likuiditas besar-besaran berisiko menekan nilai tukar rupiah, mendorong modal keluar, dan meningkatkan tekanan inflasi. “Kalau kebijakan melampaui logika ekonomi, maka yang terguncang bukan hanya pasar, tapi juga kepercayaan publik,” ujarnya.

Dari sudut pandang moral-intelektual, Ferry menilai keberanian finansial tanpa dasar kalkulasi makro yang matang bisa menimbulkan efek domino—melemahkan kredibilitas fiskal dan kestabilan moneter jangka panjang.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

3. Titik Temu: Strategi Hybrid

Kedua pandangan ini sebenarnya bisa saling melengkapi. Purbaya Effect menghadirkan keberanian fiskal, sementara kritik Ferry membawa kewaspadaan makro. Dalam konteks pemulihan ekonomi yang penuh ketidakpastian, yang dibutuhkan bukan ekstrem kiri atau kanan, melainkan strategi hybrid—kombinasi keberanian dan kehati-hatian.

Pertama, penyaluran dan pengawasan harus diperkuat. Likuiditas besar hanya efektif bila benar-benar mengalir ke sektor produktif, bukan berhenti di neraca bank besar atau proyek elitis. Pemerintah bisa meniru pola credit guarantee Korea Selatan, di mana penyaluran dana dijamin sebagian oleh negara untuk mendorong kredit UMKM. Dengan begitu, risiko perbankan turun, tapi arah dana tetap terkendali.