Ditambahkannya, pemilik ternak sementara di Soe, jadi kami bersepakat untuk ikat sapi tersebut dalam lahan sambil menunggu pemilik sapinya agar melihat dan menghitung semua kerugian yang sudah dirusaki”, tegasnya.
Lanjut Asbanu setelah diikat sambil menunggu pemilik sapi tiba, kami dikagetkan oleh istri saya bahwa sapi yang ditangkap sudah mati, kami semua bergegas dan pastikan ternyata memang sapinya sudah mati. hal ini disampaikan ke pemilik sapi ia pun turun Kualin saat itu kami sebagai pemilik lahan dekati pemilik sapi untuk selesaikan masalah ini secara damai. Tidak mungkin pemilik sapi punya niat untuk masukan sapinya kedalam lahan perkebunan saya dan saya juga tidak punya niat untuk membunuh ternaknya pak Namu Praing. Namun ketika kami tiba di kediamannya pak Namu, kami diusir lalu katanya ternaknya sudah mati oleh karena itu saya akan buat laporan polisi dan kita akan ketemu di pengadilan.
“Mendengar pernyataan tersebut sempat ada adu mulut yang mana kami sampaikan bahwa ternak pak Namu yang merusak tanaman kami lalu bukan kami juga yang bunuh ternaknya pak Namu lalu kenapa kami yang harus dilaporkan? dan karena pak Namu sudah menyatakan untuk lapor maka kami sebagai pemilik lahan siap menghadap jika kami di panggil”, tegas Asbanu.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












