Sementara warga Desa Oni Dorci Puli juga menyampaikan keluhannya bahwa saya tiap tahun selalu gagal panen.
“Saya gagal panen buka karena tanamannya yang tidak subur melainkan gagal panen karena tanaman jagung di rusaki oleh ternak milik dari pak Namu Praing. Selama ini ternak-ternak tersebut tidak diikat dan tidak dikandangkan sehingga bebas berkeliaran dan masuk di lahan perkebunan milik saya dan merusak tanaman jagung yang sudah tumbuh dan berbuler. Kami sampaikan di pemilik sapi dan pemiliknya Namu Praing cuma memberi Rp.200.000 dan itu kali pertama”, ujarnya.
Dtambahkannya menjelang beberapa hari kemudian sapi-sapi tersebut masuk lagi dan merusak tanaman, kami sampaikan lagi, pak Namu bilang baru-baru saya sudah bayar jadi saya tidak mungkin bayar lagi.
“Kami sebagai masyarakat minta kepada para pemilik sapi agar segera kandangkan sapi-sapinya sehingga tidak merusak tanam pada lahan perkebunan kami dan tidak meresahkan warga lagi. Kami juga meminta kepada pemerintah desa agar membuat sebuah aturan mengikat agar jika ada yang melanggar maka ada sanksinya”, pinta Dorci.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












