Strategi Penagananan Gizi Buruk Terintegrasi (PGBT) di Provinsi NTT Kerja Sama UNICEF

Avatar photo
20190416 155852

Berdasarkan hasil pelaksanaan PGBT dan juga dalam rangka menyelaraskan penanganan dan pencegajan stunting Dinas Kesehatan Provinsi NTT berencana untuk memperluas jangkaun PGBT ini di semua kabupaten di NTT pada akhir 2019 dengan bantuan teknis UNICEF:

o Memperluas ke 10 Kabupaten dari 18 Kabupaten yang belum melaksanakan PGBT pada Semester 1 2019;
o Memperluas ke 8 Kabupaten dari 8 Kabupaten yang belum melaksanakan PGBT pada akhir 2019 ( perubahan anggaran).
o Memastikan semua Puskesmas dan Polindes/Pustu yang ada di Provinsi NTT menyediakan layanan PGBT pada tahun 2020
o Pelacakan rutin dan mobilisasi masyarakat terus di galakan melalui peran serta PKK, DPMD, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat dan memastikan dana desa mendukung penanganan gizi buruk terintegrasi.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Untuk perluasan ke 10 Kabupaten, Dinas Kesehatan telah mengalokasikan anggaran di 2019. Selanjutnya Dinas Kesehatan Provinsi bersama UNICEF akan memberikan dukungan teknis dan supportive supervisi ke Kabupaten dan Kota untuk memastikan kualitas dan cakupan layanan sampai tingkat Puskesmas dan Pustu/Polindes sehingga di harapkan pada akhir 2019, semua kabupaten telah memiliki layanan PGBT dimana semua anak balita dipantau status gizinya setiap bulan dan dideteksi sejak dini jika ada ganguan gizi dan mendapatkan pelayanan yang tepat.
Galeri Pelaksanaan PGBT 2018