PGBT dilakukan di enam kecamatan di Kabupaten Kupang, yang memiliki tingkat kekurangan gizi tertinggi (35,3%) dibandingkan dengan NTT 15,4% dan Nasional 12,1%.
Apa tujuan penanganan gizi buruk teintegrasi (PGBT)?
Tujuan dari program PGBT adalah untuk mengurangi angka kematian anak danmeningkatkan pemulihan anak-anak penderita Gizi Buruk. PGBT adalah pendekatan yang dirancang untuk memaksimalkan cakupan dan pengobatan yang berhasil bagi anak-anak yang menderita Gizi Buruk dengan mengidentifikasi kasus Gizi Buruk sedini mungkin pada tahap awal sebelum komplikasi medis menjadi buruk dan meningkatkan akses mereka ke perawatan rawat jalan berkualitas tinggi.
Ada 4 komponen inti PGBT
1). Mobilisasi masyarakat, skrining dan tindak lanjut untuk mengidentifikasi anak-anak Gizi Buruk dan meningkatkan penggunaan layanan PGBT;
2). Program rawat jalan untuk anak-anak Gizi Buruk yang tidak mengalami komplikasi medis;
3). Program rawat inap untuk anak-anak gizi buruk yang mengalami komplikasi medis’ dan
4). Konseling Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) dan/atau pemberian makanan tambahan untuk anak-anak kurus.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
