Strategi Penagananan Gizi Buruk Terintegrasi (PGBT) di Provinsi NTT Kerja Sama UNICEF

Avatar photo
20190416 155852

PGBT dilakukan di enam kecamatan di Kabupaten Kupang, yang memiliki tingkat kekurangan gizi tertinggi (35,3%) dibandingkan dengan NTT 15,4% dan Nasional 12,1%.
Apa tujuan penanganan gizi buruk teintegrasi (PGBT)?
Tujuan dari program PGBT adalah untuk mengurangi angka kematian anak danmeningkatkan pemulihan anak-anak penderita Gizi Buruk. PGBT adalah pendekatan yang dirancang untuk memaksimalkan cakupan dan pengobatan yang berhasil bagi anak-anak yang menderita Gizi Buruk dengan mengidentifikasi kasus Gizi Buruk sedini mungkin pada tahap awal sebelum komplikasi medis menjadi buruk dan meningkatkan akses mereka ke perawatan rawat jalan berkualitas tinggi.

Ada 4 komponen inti PGBT

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

1). Mobilisasi masyarakat, skrining dan tindak lanjut untuk mengidentifikasi anak-anak Gizi Buruk dan meningkatkan penggunaan layanan PGBT;
2). Program rawat jalan untuk anak-anak Gizi Buruk yang tidak mengalami komplikasi medis;
3). Program rawat inap untuk anak-anak gizi buruk yang mengalami komplikasi medis’ dan
4). Konseling Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) dan/atau pemberian makanan tambahan untuk anak-anak kurus.