Strategi Penagananan Gizi Buruk Terintegrasi (PGBT) di Provinsi NTT Kerja Sama UNICEF

Avatar photo
20190416 155852

PGBT telah dilaksanakan dengan kualitas yang baik di daerah sasaran di Kabupaten Kupang di 49 Pos PGBT yang tersebar di 6 Puskesmas dan Pustu/Poskesdes. Sampai dengan April 2018, sekitar 6.500 anak telah diskrining untuk mendeteksi gizi buruk setiap bulan. Selain itu, protokol dan paket pelatihan PGBT yang disederhanakan telah dikembangkan dan diimplementasikan melalui serangkaian lokakarya pelatihan, menjangkau 121 tenaga kesehatan dari 6 Puskesmas, dan 23 staf dari Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka. 328 Kader mendapatkan pelatihan tentang skrining. Pelatihan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) kepada 102 Nakes dan 353 Kader. Sampai dengan April 2018 sebanyak 719 anak dengan gizi buruk telah mendapatkan perawatan mencapai 3 dari 4 standard perfomance global, SPHERE staddard dimana rata-rata tingkat kesembuhan 79%, Drop Out 11%, meninggal <1%.

Upaya Dinas Kesehatan Provinsi NTT Meperluas cakupan PGBT di tahun 2018
Berdasarkan pengalaman pelaksanaan dan hasil yang sifnifikant dari Kabupaten Kupang dan searah dengan prioritas Gubernur NTT yang baru, periode 2018 – 2023, dimana penanganan stunting merupakan 1 dari 5 prioritas dalam 100 hari pertama pemerintahannya. Maka Dinas Kesehatan Provinsi NTT atas dukungan teknis dari UNICEF memperluas PGBT ke 4 Kecamatan yang lain di Kabupaten Kupang dan Kabupaten lainnya: TTS, Sikka dan Kota Kupang di tahun 2018.