Selain tantangan, temu refleksi juga membicarakan rencana kerja-kerja ke depan dalam mengurus perpustakaan ramah anak secara berkelanjutan yang mana tentu saja diantara sesama pustakawan/pustakawati saling sharing berbagi pengalaman mengelola perpustakaan ke depannya. “Pertemuan ini juga untuk membicarakan tindak lanjut, karena setelah setahun kita tidak mendampingi sekolah lagi. Ini saatnya mereka untuk mengelola perpustakaan secara mandiri” jelas Monita.
Lebih lanjut Monita berharap dukungan kerjasama semua elemen baik itu Pemerintah Daerah, pihak sekolah, Komite hingga orang tua wali sehingga program tersebut bisa berhasil dan mampu meningkatkan literasi siswa di Kabupaten Nagekeo. Tercatat, dari 7.800 anak di 66 sekolah dasar mereka berhasil meminjam 222.000 judul buku. Ita artinya dalam satu anak berhasil membaca 3 jenis buku bacaan per bulannya.
“Progam ini tidak akan berhasil tanpa dukungan dari Pemda, guru maupun orang tua. Harapannya setelah selesai pendampingan, perpustakaan ini tetap dikelola secara baik, bisa mandiri untuk mendatangkan buku yang baru” harap Monita.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












