Karena tak bisa berkonsentrasi, dirinya keluar untuk menenangkan situasi di luar ruangan. Kebetulan saat itu, dirinya mendapati jurnalis gerbang-ntt.com sedang mengambil gambar. Karena terbawa emosi, dirinya langsung mengusir jurnalis itu.
Lebih lanjut dikatakan bahwa kejadian selanjutnya yang terjadi di warung kopi merupakan aksi out of control. Seharusnya, kejadian tersebut tidak terjadi, tapi karena terbawa emosi atas teguran dari Kapolres Belu, dirinya langsung datang menghampiri Mariano Parada.
Tindakan ini pun mendapat kecaman dari berbagai organisasi Jurnalis, baik itu Pena Batas RI-RDTL, Ikatan Wartawan (Intan) TTU maupun Aliansi Jurnalis Independen (AJI) NTT.
Karena itu, Kasat Ivans meminta maaf kepada semua jurnalis yang tergabung dalam Pena Batas RI-RDTL, Intan TTU, dan juga AJI NTT.
“Apa yang saya lakukan merupakan sebuah tindakan out of control dan sangat memalukan. Karena itu, saya secara pribadi menyampaikan permohonan maaf kepada Mariano dan rekan-rekan jurnalis yang tergabung dalam Pena Batas RI-RDTL, Intan TTU, dan juga AJI NTT. Saya tidak punya niat untuk menghalang-halangi tugas wartawan, tapi sekali lagi itu merupakan tindakan out of control,” ucapnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












