Perempuan tidak diciptakan untuk menjadi pelengkap, mereka adalah penentu arah. Mereka bukan setengah bangsa yang menunggu diundang, melainkan separuh kekuatan bangsa yang selama ini terabaikan.
Ketika perempuan diberi ruang untuk memimpin, mereka tidak hanya mengubah wajah institusi, tetapi juga cara dunia bekerja dari logika dominasi menjadi logika kemanusiaan. Itulah kepemimpinan masa depan kepemimpinan yang tidak dibangun dari rasa takut, melainkan dari empati dan keberanian untuk memulihkan.
Mendorong kepemimpinan perempuan berarti mendorong peradaban yang lebih adil. Dan hanya dengan melepaskan pandangan bahwa perempuan adalah pelengkap, bangsa ini dapat melangkah menuju bentuk kepemimpinan yang lebih utuh yang tidak lagi bertanya siapa yang memimpin, tetapi bagaimana kita memimpin bersama.. ***
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












