Salah satu masyarakat pengguna manfaat merasa tidak puas dengan pembangunan irigasi karena dilihat dari pembangunan yang ada tidak berhasil karena belum digunakan saja sudah rusak, Ini yang menjadi keluhan kita.
“Kami sangat kecewa dengan pembangunan irigasi karena belum digunakan tapi sudah rusak dan ini pasti mubasir. Sedangkan pekerjaan belum diserahkan, jadi nanti diserahkan ke Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan dan perkebunana (TPHP) dulu baru diserahkan ke desa tetapi sampai dengan saat ini belum diserahkan. Rencananya kurang 50 orang petani yang menikmati air tersebut”, ujarnya.
Sebelum pekerjaan dilaksanakan ada penilaian dari tim teknis pendamping desa yang ada di kecmatan. Mereka melakukan survey bahwa debit air mampu mengairi sawah masyarakat.
Panjang pekerjaan sekitar 450 meter, irigasinya hanya 200 dan pipa hd ukuran Tiga dim 250 m. Di RAP pipa hanya 10 tetapi karena kurang panitia membeli tambah satu.
Sekitar 100 meter Irigasi mengalami retak ini salah satunya karena pasirnya dan campuran semennya kurang. Untuk RAP sampai saat ini tidak tahu. Campuran untuk fakta di lapangan semen satu ember pasir 7 ember.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












