Bagaimana cara mengawasi musuh secara “manual”, apalagi melawan Inggris, dengan kondisi payahnya pertahanan militer Belanda di Jawa? Sebagai gubernur Jenderal baru di Jawa, Daendels satu-satunya marshal non-Prancis di kekaisaran Napoleon— melakukan langkah-langkah taktis nan “gercep”: Pertama, cari duit untuk mengisi pundi-pundi kas. Kedua, memberantas korupsi sebagai biang kebocoran anggaran. Ketiga memperkuat militernya di Jawa.
Cara Daendels mengisi kas Belanda, dimulai dengan mengambil aset VOC di Jawa, termasuk tanah, gudang, kapal, dan kantor dagang, untuk dijadikan modal bagi pelaksanaan program-programnya. Daendels juga memaksimalkan aturan pajak. Mulai dari Pajak Tanah (Landrente), pajak barang ekspor impor dan semua kapal dagang yang masuk ke Jawa harus membayar bea tinggi.
Sulit bagi rakyat pribumi ketika Daendels mengeksploitasi sumber daya lokal (di Jawa dan Nusantara), antara lain dengan menerapkan kewajiban setor hasil bumi (Preanger Stelsel) serta melakukan monopoli ekonomi terutama untuk komoditas gula, kopi, garam, dan kayu jati.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












