Opini  

Kopi Ber-Sensasi Rasa Literasi

Avatar photo
20190630 100831

Sebagai formator MPC-NTT wilayah Nagekeo dan Bajawa, Fidelis tahu itu. “Nah, inilah caranya. Kita bukukan saja karya para guru ini. Semacam antologi artikel para guru”, ujarku penuh semangat. Ia (Fidelis) terkejut. Di pagi begini, entah kenapa ide berlian itu muncul begitu saja. Kami langsung bersepakat. Saya hanya bisa tersenyum sendiri, saat mendengar, ia meminta istrinya untuk buat kopi untuk gelas kedua. Kami sempat berhenti bicara biaya percetakan. Kesepakatan kedua, akhirnya terjadi. Uang cetak ditalangi bersama. Hasil penjualan buku di festival antik itu, diharapkan bisa mengganti uang talangan ini.

 

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

IMG 20190409 WA0030

Kami ingin bersepakat untuk ketiga kalinya terkait judul buku itu. Dari berbagai judul yang ditemukan dan ditawakan, akhirnya kami amini judul ini. “Menggapai Mimpi, Membangun Sekolah Berkualitas”. Sempat habiskan waktu lima belas menit untuk satu judul yang sedikit bernuansa simbolik. “Ujung Pena Guru di Kaki Ebulobo”. Saya menjelaskan sedikit tentang judul. Yah, judul itu sedikitnya harus mewakili isi tulisan. Kami bersepakat. Alam merestui. Dr. Johanes Don Bosco Do, Bupati Nagekeo menjawab pesan WA yang saya kirim di tujuh menit yang lalu dan menyatakan kesediaanya untuk menulis kata pengantarnya buku antologi artikel ilmiah para guru Nagekeo. Akh … cerita hebat pagi ini terasa sempurna. Gubernur NTT di beberapa bulan lalu, telah menyatakan siap untuk menulis sambutan untuk semua buku yang diterbitkan Media Pendidiikan Cakrawala NTT.
Dalam sunyi, saya buatkan kopi untuk gelas kedua. Kekasihku melarangku minum kopi saat dokter meng-vonisku menderita sakit lambung. Saya selalu melawan atas nama hobi, mimpi dan persaudaraan.