Walaupun berbagai upaya telah dilakukan, namun kemiskinan tidak dapat dihilangkan seluruhnya. Artinya, fenomena kemiskinan dengan mudah dapat dijumpai di hampir seluruh wilayah baik di perkotaan maupun di perdesaan.
Program kemiskinan yang saat ini dilakukan baik yang berasal dari pemerintah maupun non pemerintah umumnya hanya sementara. Program-program tersebut hanya berjalan selama masih ada anggaran (dana). Namun, setelah dana habis, maka selesai pula kegiatan program. Dengan kata lain bahwa program-program kemiskinan yang selama ini dilaksanakan berdasarkan pada pendekatan proyek dan bukan pendekatan program. Maka, tak heran jika program pengentasan kemiskinan tidak berkelanjutan. Akibatnya, angka kemiskinan secara absolut di Indonesia akan tetap tinggi.
Oleh karena itu, dalam merumuskan sebuah kebijakan maupun program yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia, maka perlu dilakukan beberapa tahapan kegiatan. Berbagai tahapan tersebut diawali dengan assesment. Pada tahap ini, Pemerintah perlu merumuskan atau mengategorikan dimensi-dimensi dan faktor penyebab kemiskinan, analisis kebutuhan, dan potensi yang dapat dikembangkan, serta merumuskan bentuk-bentuk program yang diinginkan oleh penduduk miskin. Selain itu, dirumuskan pula pihak-pihak yang dapat dilibatkan dalam kegiatan atau program kemiskinan, serta membuat jadwal pelaksanaannya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












