Oecusse dan Sejarah Masuknya Gereja Katolik di Pulau Timor

Avatar photo
IMG 20190619 WA0029 1

Ratu Mena bersama rakyatnya kewalahan menghadapi kehadiran pasukan kerajaan Makasar itu. Karena jauh sebelumnya mereka telah mengadakan hubungan yang baik dengan orang Portugis maka Ratu akhirnya meminta bantuan kepada orang Portugis di Larantuka.

Dari sana datang Comisario-General Antonio de Santo Jasinto bersama 2 kapal dan 70 tentara. Dengan bantuan ini maka Ratu Mena dengan penuh percaya diri mengerahkan rakyatnya untuk melawan kehadiran raja Tello Sumbaco dari Makasar.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Setelah tiga bulan berperang akhirnya raja Tello Sumbaco bersama sisa tentaranya pulang dengan kekalahan. Saat baik dan tepat yang ditunggu Padre Frei Antonio de Santo Jasinto pun tiba.

Ratu Mena sekarang menjadi lebih kooperatif dan terbuka menerima kehadiran misi Katolik yang kedua kalinya di wilayah kerajaannya. Hasilnya bahwa tanggal 24 Juni 1641 Ratu Mena dengan anak sulungnya Johanes dan banyak rakyat lain lagi dipermandikan oleh Frei Antonio de Santo Jasinto.

Tanggal 1 Juli 1641 Padre Frei Antonio de Santo Jasinto diminta oleh Ratu janda Ambenu untuk datang ke Oekusi, dan di sana Padre Frei Antonio mempermandikannya, anak laki-laki “Petrus” dan 4 anak perempuannya di Lifao.