Kehadiran Padre Frei Antonio rupanya tersebar juga ke kerajaan-kerajaan sekitar sehingga ketika dia hendak naik kapal untuk pulang ke Larantuka guna melaporkan diri, datanglah satu rombongan dengan 11 orang dari raja Amanuban.
Mereka memohon kedatangan Padre Frei Antonio ke istana raja Amanuban, supaya mengajarkan agama Katolik kepada orang-orang Amanuban.
Karena Padre Frei Antonio tidak bisa maka dikirimlah utusan tentara Portugis Joao Sanchez dan Fronseca dan orang Ambenu yang sudah dipermandikan ke sana dengan perjanjian, kemudian mengirimkan seorang misionaris.
Karena kebutuhan akan misionaris di Timor semakin lama semakin banyak maka bulan Agustus tahun 1641 Padre Frei Antonio de Santo Jasinto mengirimkan dari Larantuka ke Mena Padre Frei Bento Serrao OP dan Frei Manuel da Resuresao OP yang kemudian ditugaskan untuk suatu gereja yang satu jam dari pantai dan delapan jam dari pedalaman.
Sementara untuk wilayah Ambenu dikirim Padre Frei Pedro de Santo Jose, dan Padre Frei Alvaro de Tavora OP. Keduanya bertempat tinggal di Lifao, sedangkan untuk wilayah Amanuban dikirim Padre Frei Jasinto de Santo Dominggos OP dan Frei Crisostomo de Santiago OP.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












