Oecusse dan Sejarah Masuknya Gereja Katolik di Pulau Timor

Avatar photo
IMG 20190619 WA0029 1

Pulau Timor dikenal sebagai salah satu pulau dengan populasi penganut Katolik terbesar di Indonesia. Jejak-jejak kekatolikan di Pulau Timor sudah dimulai pada 1500an.

IMG 20190619 WA0043

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Sejarah mencatat, ajaran Agama Katolik pertama kali diperkenalkan kepada orang-orang Timor oleh seorang pastor pelaut Portugis bernama Padre Frei Antonio Taveira yang datang bersama VOC Portugis. Mereka pertama kali mendaratkan kakinya di Lifau, Oecusse, Timor Leste pada tahun 1515.

Seperti lazimnya kelompok pedagang Eropa lainnya di Nusantara, mereka datang untuk mencari rempah-rempah, cendana, dan hasil alam tropis lainnya. Kemudian beberapa biarawan Dominikan mulai mendirikan pemukiman di Lifau, Oecusse dan mulai berdakwah di Pulau Timor.

Portugis memperkenalkan agama katholik, sistem abjad latin, percetakan, dan sekolah formal kepada masyarakat Oecusse. Mereka juga menggunakan bahasa purtugis digunakan dalam peribadatan dan birokrasi berdampingan dengan bahasa tetum dan melayu buat urusan sehari-hari.

Agama Katholik pun bertumbuh subur di Pulau Timor. Hal itu ditandai dengan didirikannya stasi pertama Gereja Katholik di Mena, Kabupaten TTU pada. Pendirian stasi ini pun tidak serta-merta terjadi begitu saja.