Oecusse dan Sejarah Masuknya Gereja Katolik di Pulau Timor

Avatar photo
IMG 20190619 WA0029 1
IMG 20190619 WA0028
Bukti Mena menjai pusat misi Portugis, yaitu adanya fondasi semen yang masih ada di ujung tanjung Bastian

Tahun 1630, Frei Luis da Paizao OP datang ke Kupang untuk bertemu Raja Ampono, tetapi dalam waktu singkat dia dibunuh oleh orang Nisnoni.

Tanggal 12 Maret 1630 datanglah dari Malaka ke Lohajong seorang Misionaris Dominikan bernama ANTONIO DE SANTO JASINTO OP. Ia kemudian menjadi RASUL PULAU TIMOR.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Tahun 1639 Padre Antonio de Santo Jasinto untuk pertama kalinya mengunjungi Timor setelah tinggal beberapa waktu di Lohajong.

Ia pergi ke Mena untuk bertemu dengan Ratu janda Mena, tetapi karena Ratu tidak menerima dia dengan baik maka ia kemudian pulang ke Lohajong sambil menanti saat yang baik dan tepat untuk kembali ke Mena.

Pantai utara pulau Timor sering mendapat gangguan dari kerajaan-kerajaan dari pulau-pulau sekitar, seperti Raja Makasar yang ingin juga menguasai Pulau Timor. Maka pada tahun 1641 Raja Tello Sumbaco, dari Makasar mendarat di Mena, di pantai utara Pulau Timor.