Opini  

Rp 200 Triliun di Himbara: Antara Momentum Pertumbuhan dan Risiko Salah Arah

Avatar photo
Reporter : Bung R Editor: Redaksi
IMG 20250916 WA0015

3) Instrumen pelengkap — Penempatan dana harus diikuti instrumen yang membuat kredit produktif menjadi bankable: skema penjaminan kredit yang diperluas, subsidi bunga untuk periode transisi, fasilitas technical assistance (pendampingan bisnis), dan penggunaan fintech/alternative data untuk menilai kelayakan usaha mikro tanpa agunan tradisional.

4. Rencana operasional praktis (implementable) — 6 langkah prioritas

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Sebagai akademisi yang berpijak praktis, saya merekomendasikan langkah-langkah operasional yang dapat langsung dijalankan:

Langkah 1 — Kuota penyaluran terikat sektor dan wilayah. Tetapkan proporsi minimal alokasi untuk: (a) UMKM mikro (mis. 30% dari alokasi), (b) klaster pertanian/perikanan di wilayah prioritas (20%), (c) usaha pengolahan/ekspor (15%), sisanya untuk proyek padat karya dan pembiayaan perumahan terjangkau. Kuota ini bukan mekanisme birokratis, melainkan panduan target penyaluran yang diikuti dengan insentif.

Langkah 2 — Skema penjaminan dua tingkat. Perkuat lembaga penjaminan kredit (Lembaga Penjamin UMKM/Himbara-backed fund) untuk menanggung sebagian risiko portofolio UMKM mikro selama 12–24 bulan. Ini mengurangi aversi risiko bank dan meningkatkan willingness to lend.