Opini  

Sekolah yang Menghafal, Bukan Memahami: Akar Masalah Pendidikan Kita

Avatar photo
IMG 20251013 WA0050
Laurensius Bagus

Padahal, guru sejati adalah mereka yang menyalakan api berpikir, bukan sekadar menyampaikan bahan ajar. Aristoteles pernah mengatakan, “Pendidikan tanpa moral melahirkan manusia cerdas tapi berbahaya.” Dalam konteks kita, bisa dikatakan: pendidikan tanpa pemahaman hanya melahirkan manusia pintar di atas kertas, tapi kosong dalam nalar.

Kita butuh sistem yang mendukung guru untuk berkembang—bukan sekadar pelatihan formal, tapi ruang belajar yang sejati. Misalnya, forum refleksi antarguru di mana mereka berbagi metode dan pengalaman, bukan hanya menyalin modul. Ketika guru tumbuh, murid pun ikut tumbuh.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Teknologi Bukan Jawaban Instan

Digitalisasi sering disebut sebagai solusi masa depan pendidikan. Tapi teknologi hanyalah alat, bukan arah. Tanpa perubahan cara berpikir, tablet dan aplikasi hanya menggantikan buku dan papan tulis—bukan cara belajar. Siswa tetap menghafal, hanya saja kini lewat layar sentuh.

Teknologi bisa memperkuat pembelajaran jika digunakan untuk mengasah nalar. Misalnya, platform yang mendorong diskusi, riset kolaboratif, atau simulasi masalah nyata. Tapi kalau hanya dipakai untuk kuis dan latihan hafalan, kita hanya memindahkan masalah lama ke medium baru.