Opini  

Stabilisasi Harga Beras: Efektif, Tapi Perlu Strategi Jangka Panjang

Avatar photo
Reporter : Bung R Editor: Redaksi
IMG 20250914 WA0005

Oleh: Ricky Ekaputra Foeh, MM Dosen Administrasi Bisnis FISIP Undana

KUPANG, Flobamora-News.com -Upaya pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengguyur pasar dengan beras SPHP patut diapresiasi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan adanya perbaikan nyata: pada pekan terakhir Agustus 2025 kenaikan harga beras terjadi di 214 kabupaten/kota, namun hanya dalam sepekan, pada awal September, angka itu turun drastis menjadi 100 kabupaten/kota. Bahkan jumlah daerah yang mengalami penurunan harga meningkat signifikan dari 58 menjadi 105 kabupaten/kota.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Artinya, intervensi pemerintah berhasil meredam gejolak harga dalam jangka pendek. Mekanisme operasi pasar melalui beras SPHP terbukti mampu menekan harga di lapangan, menjaga daya beli masyarakat, dan mencegah inflasi pangan semakin melebar. Kolaborasi Mendagri Tito Karnavian dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman menunjukkan bahwa stabilitas harga pangan bukan hanya soal produksi, tapi juga distribusi dan tata kelola pasar.