“Makanya semua peserta yang hadir wajib menggunakan busana adat manggarai”, tegas Hendrikus.
Menurutnya kegiatan tersebut telah berjalan tiga tahun yang walaupun memiliki banyak kendala oleh karang taruna Leca Tedu, sebagai pembina katanya, harus butuh pengorbanan dan butuh proses dan kerja keras.
“Selama ini kami dapat bantuan dari kelurahan, memang kecil tetapi bagi kami sangat bermakna bahwa pemerintah masih peduli dengan anak anak kami”, ujar Hendrik.
Dalam waktu dekat bertepatan dengan hari sumpah pemuda kami akan melaksanakan kegiatan yang bersekala besar lagi seperti pertandingan bola voley baik putra maupun putri dengan melibatkan seluruh RT.
Hendrikus berharap, kegiatan karang taruna Leca Tedu kedepanya tidak hanya berkutat pada pelaksanaan kegiatan sosial saja, melainkan mereka menjadi pemuda inovasi dan produktif dan mandiri.
“Apalah gunanya kalau hanya berkutat pada kegiatan sosial, penting untuk mengingatkan masa depan mereka, sehingga di harapkan butuh bantuan dan dorongan dari pihak lain kususnya pemerintah agar mereka menjadi pemuda yang produktif. tutup pensiunan guru yang akrab di sapa Hendrik ini.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












