Gara-Gara Rp 12000 Kepala Dusun 2 Desa Fatumnutu Dipecat

Reporter : Yor Tefa Editor: Redaksi
IMG 20250302 WA0139

Saat itu kata Ina, bapak desa malah urus mabuk saja dan menjelekan saya bahwa “kalau Ibu Ina Laiskodat masuk kantor maka saya sonde masuk kantor, dan ibu Ina kalau pergi melayat itu suka naik dan periksa orang punya loteng, sedangkan yang bapak bilang saya tidak beretika justru saya mau sampaikan bahwa kalau tidak ada api tidak mungkin ada asap. Dan saat itu justru saya yang di caci-maki di kantor desa, bukan saya yang caci maki orang, begitu bapak desa.

Sayang panggilan akrabnya Ina Laiskodat juga membeberkan bahwa masa ada teman dusun saya yang caci maki orang berulang ulang kali malah tidak diberi surat peringatan (SP) dan diberhentikan, sedangkan saya dikasih SP 1 dan SP2 bersamaan dalam satu hari kemudian SP3 dan diberhentikan pada hal kalau mau dilihat bahwa yang di lakukan teman saya itu sangat fatal dan saya punya buktinya kalau mau saya tunjukan, dan yang di sayangkan adalah bapak desa sementara gantung Garuda dan kumpul perangkat desa lalu kemudian minum mabuk (sopi) di dalam kantor desa sambil karaoke saya ada buktinya juga dan itu bapak anggap bahwa itu bukan pelanggaran kode etik. lalu ada juga hal fatal yang di lakukan oleh perangkat desa Fatumnutu yang kejadiannya Agustus 2024 di desa saubalan, yang mana perangkat desa tersebut di tegur oleh camat Tobu karena bermain biliar di saubalan, namun tidak di bina lalu beri surat peringatan (SP) seperti saya. dan masih ada juga yang dilakukan oleh perangkat desa lain yang duduk muat kaki di atas kursi sambil telepon dan itu kejadian di dalam kantor desa dan apakah itu beretika atau tidak. Saat ini saya tidak memohon kepada bapak desa untuk pekerjakan saya kembali, namun yang saya minta bahwa tolong berlakukan aturan tanpa memandang bulu dan jangan menerapkan aturan hanya karena faktor suka atau suka. Pinta Ina Laiskodat sambil memohon pemberlakuan secara pemerataan.



Exit mobile version