“Saat dilakukan pengecekan, baik sebelum maupun setelah distribusi, benih jagung tersebut belum kedaluarsa. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, benih jagung justru sering diterima setelah masyarakat selesai menanam bahkan panen. Namun pada tahun ini benih diturunkan lebih awal sebagai persiapan, sehingga ketika lahan siap ditanami, benih sudah tersedia. Saya juga telah menanyakan langsung kepada pihak penyedia dan mereka menyampaikan bahwa benih yang didistribusikan belum kedaluwarsa, kecuali jika disimpan terlalu lama,” tegasnya.
Pengadaan benih jagung tahap I dilakukan sekitar April 2025 bersamaan dengan pencairan anggaran desa, dengan proses pembelanjaan yang dijalankan oleh bendahara desa. Putra mengaku tidak mengetahui secara pasti nilai anggaran pengadaan benih jagung dan pupuk, yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp60 juta.
“Saya tidak tahu pasti nominalnya, bendahara yang lebih tahu,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa dirinya sempat dinonaktifkan pada tahun 2024 dan baru kembali aktif beberapa bulan terakhir, sehingga hanya melanjutkan program yang telah dirancang oleh penjabat kepala desa sebelumnya. Komunikasi dengan pihak ketiga dalam pengadaan benih dilakukan oleh pendamping desa.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












