Kepala Desa Pene Selatan Klaim Tak Tahu Jenis Benih Jagung yang Dibagikan, Janji Selesaikan Masalah Secara Transparan

Avatar photo
IMG 20260122 WA0025

 

 

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Sebelumnya, warga Dusun II Desa Pene Selatan, Kecamatan Kolbano, mengembalikan bantuan benih jagung setelah menemukan ketidaksesuaian jenis dengan RAB dan dugaan kedaluwarsa. Bantuan yang ditetapkan sebanyak dua kilogram per kepala keluarga (KK) seharusnya merupakan varietas BISI II – yang dikenal produktif dan adaptif di wilayah Kolbano – namun yang diterima adalah varietas MPM 1 yang kurang dikenal petani setempat.

 

Sebagian warga yang telah menanam benih melaporkan bahwa tanaman tidak tumbuh secara normal; beberapa hanya mengeluarkan tunas kecil yang kemudian mati dalam waktu singkat. Hengky Banu (Heba), Ketua PAC Pospera Kecamatan Kolbano, mengaku kecewa karena masyarakat berharap mendapatkan benih berkualitas untuk menanam tepat waktu.

 

“Kami sangat kecewa. Harapannya benih yang dibagikan sesuai RAB dan masih layak tanam. Sekarang sudah terlambat, dan jika tidak segera diganti, kami terancam gagal panen karena benih tidak tumbuh,” ujarnya.

 

Ia menilai ketidaksesuaian berpotensi melanggar hukum, mengingat dana desa diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat dan harus sesuai perencanaan yang telah ditetapkan.