Schuster sadar bahwa laki-laki yang mengaku sebagai pilot Angkatan Udara Amerika itu menggunakan tata bahasa yang buruk, tapi ia pikir ayahnya yang imigran juga begitu. Schuster tidak pernah bicara dengan laki-laki itu melalui telefon.
‘’Kami tidak pernah bicara, tidak pernah menggunakan Skype, karena katanya, tugasnya rahasia, penting. Ia sedang melawan teroris. Kami tidak bisa melakukan hal-hal yang akan membuka rahasia ini, jadi saya tidak bisa menggunakan telepon,” tambahnya.
Foto “seorang pria” yang mengaku anggota militer AS “Soldierheart09″, yang menipu Lilo Schuster. (Photo/Lilo Schuster)
Setelah beberapa minggu, pilot itu mengatakan pada Schuster bahwa ia membutuhkan sejumlah uang untuk membantu perjalanan sekolah putrinya. Schuster mengirim beberapa ribu dolar ke Inggris di mana laki-laki itu mengatakan putrinya tinggal bersama ibunya.
“Saya membantunya. Ini demi masa depan kami. Sungguh suatu hal yang memalukan punya perasaan seperti ini,” lanjut Schuster.
Tetapi permintaan uang itu tidak berhenti.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












