Dia memaparkan, data Stunting di bulan Februari ini, akan digunakan sebagai evaluasi lintas sektor untuk pengukuran bulanan berikutnya. Apabila terdapat balita yang bermasalah dengan status gizinya dapat dilakukan intervensi yang sesuai baik oleh desa maupun instansi terkait. “Data yang di pakai sebagai Data tahunan adalah Data pengukuran bulan Agustus setiap tahun” jelasnya.
Pria yang akrab disapa Nus Bitua ini mengatakan, adapun jumlah sebaran peningkatan balita Stunting per Kecamatan meliputi Keotengah, Nangaroro, Boawae dan Kecamatan Aesasa Selatan. Tiga Kecamatan lain yaitu Mauponggo, Aesesa dan Wolowae dilaporkan mengalami penurunan.
Meski mengalami kenaikan, akan tetapi presentasi tersebut sudah melewati target Nasional sebagaimana instruksi Presiden Jokowi tang tertuang dalam Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang mana wujud komitmen pemerintah dalam mempercepat pencapaian target penurunan stunting menjadi 14% pada 2024.
Penurunan jumlah Stunting merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penjabat Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur Ayodhia G. L. Kalake mengajak semua pihak di daerah itu untuk bersama-sama menekan angka stunting sehingga target penurun sebesar 12 persen pada 2024 bisa tercapai.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










