Angka Stunting di Nagekeo Meningkat

Avatar photo
1000394635
Kegiatan timbang balita Stunting oleh Tenaga Kesehatan di UPTD Puskesmas Nangaroro, Photo dok: Flobamora-News

Kemudian ada gerakan Dapur Sehat (DASHAT) di mana anak dan balita diwajibkan makan 2 butir telur dan minum 1 gelas susu setiap hari untuk anak bermasalah gizi dipadukan dengan KELAS GIZI bagi orang tua sasaran balita bermasalah gizi. “Kita juga mendorong kepedulian masyarakat melalui gerakan “1 pesta-1 piring daging” bagi keluarga dan anak stunting seperti yang dilakukan di Desa Pautola Kecamatan Keo Tengah” katanya.

Penguatan edukasi dan bimbingan bagi usia remaja (OMK, remaja Masjid, Usia SMP dan SMA), catin, keluarga muda dengan melibatkan guru dan tokoh agama. Pemkab Nagekeo juga melibatkan peran tokoh adat, tokoh agama dan pemerintahan desa dalam mensosialisasikan pentingnya penanganan stunting bagi keberlangsungan generasi hingga Gerakan KUB peduli Ibu Hamil di wilayah Keuskupan Agung Ende

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Upaya Masif UPTD Puskesmas Nangaroro

Salah satu Kecamatan di Nagekeo yang mengalami kelonjakan angka Stunting adalah Nangaroro. Berdasarkan data yang diterima dari Bapelitbangda angka kenaikan Stunting di wilayah Kecamatan Nangaroro yaitu dari 10, 7 persen pada tahun 2023 menjadi 12,4 persen di tahun 2024.