Setengah Tahun Tak Diangkut, Limbah Medis di RSUD Aeramo Membludak

Avatar photo
Editor: Redaksi
1000377318
Kantong-kantong sampah medis di gudang penyimpanan sampah sampai berjubel keluar karena gudang tak mampu menampung, Photo dok: Flobamora-news

Menurut Anselmus, menyangkut izin operasional pengelolaan limbah secara internal ini sudah pernah dibicarakan bersama lembaga DPRD. Rekomendasinya adalah RSUD yang notabene sudah menjadi BLUD dengan PAD kurang lebih Rp. 20 Miliar per tahun ini segera mencari solusi.

“Nanti kita alasan mereka semestinya tidak ada alasan bahwa tidak punya kendaraan tidak punya biaya, kalau ini alasannya saya kira cara berpikir yang tidak produktif apapun alasannya masalah kesehatan ini segera ditangani, apalagi soal limbah medis” ujarnya.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Hal senada juga disampaikan anggota Komisi lll DPRD Nagekeo lainya Antonius Moti. Dari aspek pengawasan DPRD sudah melaksanakan tugas pengawasan terhadap tata kelola layanan kesehatan di Nagekeo termasuk RSUD Aeramo.

Menurut Dia, langkah-langkah konkret semestinya segera dilakukan, mengingat RSUD merupakan BLUD yang membiayai tata kelola pelayanannya sendiri. Peningkatan sumber daya tenaga kesehatan kata Anton semestinya berjalan simultan dengan pembangunan estetika lingkungan sekitar.